PELINDUNG SEKOLAH

Pelindung-St Don Bosco

Pelindung-St Don BoscoLahir dari keluarga petani di Turino, sebuah kota kecil di Italia, pada tanggal 16 Agustus 1815, Giovani Bosco dibesarkan di tengah gejolak sosial yang melanda seluruh Eropa. Ia, kemudian dikenal, dengan nama Don Bosco.

Melihat dan mengalami sendiri betapa kacaunya kehidupan anak muda saat itu, Don Bosco sangat prihatin. Keprihatinan itu mendorong tekadnya untuk membebaskan kaum muda dari kebodohan, kemiskinan, kesengsaraan, dan dosa.

Pengangguran yang melanda Eropa harus segera diberantas. kaum muda harus diberi pendidikan yang memadai. Sekolah-sekolah dan balai latihan keterampilan segera diselenggarakan. Sekolah-sekolah harus “berusaha menanamkan kekayaan pengetahuan, khususnya di bidang praksis, agar anak-anak bisa memperoleh pekerjaan yang bisa memberi kehidupan yang benar”.

Sistem Preventif diyakininya merupakan sistem yang paling cocok untuk diterapkan. Mencegah orang (muda) berbuat salah ebih baik daripada menyalahkan dan menghukum orang setelah berbuat salah. Pendampingan dalam setiap kesempatan merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh orang muda, sekaligus melaksanakan salah satu cara pencegahan untuk bersalah.